==kampanye pemilu==
Monday, July 14th, 2008Pengambilan nomor urut partai peserta pemilu telah selesai. mereka dinyatakan bisa berkampanye 3 hari kemudian, walaupun ternyata panwaslu ternyata belum dibentuk.
ketika mendengarkan dari ketua KPU mereka boleh berkampanye 3 hari kemudian aku cuma bisa bilang "TIDAAAAKKKKK….!!!!!!!!!!!”
sudah terbayang di depan mata kalo nanti isi iklan di tv hanya partai pemilu yang mengumbar janji-janji mereka untuk mendapatkan siimpati. mau katanya untuk mendapatkan pendidikan gratis, pengobatan murah bahkan gratis, mengeluarkan Indonesia dari kemiskinan, kesejahteraan rakyat ato apalah janji-janji mereka lagi. Yah.. sudah tidak perlu diajarkan lagi toh rakyat Indonesia sudah mengerti dan sangat pintar dengan keadaan negaranya ini. tak perlu janji-janji, yang kita butuhkan hanya bukti.
tak terhitung berapa banyak dana (lebih tepatnya uang) yang akan dikeluarkan selama pemilu. untuk sebuah pilkada di jawa timur para pesertanya mengeluarkan uang yang tidak sedikit bahkan bila digabungkan katanya melebihi dana kampanye pemilu presiden AS…bayangkan…hanya untuk satu daerah propinsi harus mengeluarkan dana yang sama untuk pemilu di sebuah negara adidaya yang dana sebesar itu tak hanya untuk mencari simpati melalui tatap muka, tapi juga media yang lebih canggih, maklum ini kampanye negara.
cobalah bayangkan berapa banyak biaya yang akan dihabiskan 34 parpol untuk melakukan kampanye hingga tahun 2009 nanti? jika biaya mereka digabungkan..mungkin saja bisa membiayai kesehatan rakyat indonesia, memberi pendidikan gratis bahkan memberikan subsidi untuk BBM kita dan mengenyahkan kemiskinan.
ini hanya "seandainya" berikutnya. jika mereka mau membuka dialog di tv, radio dan tanya jawab di masyarakat (seperti musyawarah gitu), mungkin dananya masih bisa kita pangkas. mengapa mereka harus berkoar-koar di tivi dengan janji-janji yang hampir sama ataupun membuat kampanye di lapangan terbuka yang terkadang hanya diisi sesama anggota partai dan biasanya agar tampak ramai ada partai yang mencoba memberi uang kepada masyarakat agar datang ke kampanyenya agar terlihat ramai di tempat dan ramai di televisi. mengapa mereka tidak mencoba dengan hal yang lebih riil?
toh..jika memang mereka melihat pengurus negara ini dan kebijakannya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, dan ingin memperbaiki negara ini dengan mencalonkan diri dan membentuk partai, mengapa tidak berusaha mendekati masyarakat sejak minimal 1 tahun pasca pengangkatan presiden? mengapa tidak ikut aktif di tengah masyarakat, membantu tugas mereka, membantu menyalurkan pendapat mereka, membantu mencari penyelesaian bahkan ikut merasakan permasalahan mereka. di mana saja mereka selama ini?
selama ini para ketua partai ataupun orang yang ingin mencalonkan diri mereka menjadi presiden kebanyakan orang yang tidak kita ketahui. merasa kita ynag kurang gaul ? kalo memang mereka merasa yakin akan dipilih oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin, seharusnya kita pertanyakan mereka terkenal di mana? di tengah masyarakatkah atau di tengah politikkah? bukankah yang akan memilih itu adalah rakyat? bukan hanya sekelompok orang yang bergelut di dunia politik dan kalangan elit.
para calon-calon ini lebih senang terjun ketika mepet watu, ato bila terpaksa. kampanye yang kita lihat selama ini misalnya iklan di tivi hanya mengangkat masalah dan tujuan parpol yang sebelas dua belas alias same aje. mencoba menarik simpati dengan wajah-wajah rakyat miskin atau anak-anak yang tidak berdaya, sudah ga laku kalo jaman sekarang. kampanye di daerah selalu dengan menurunkan artis untuk menarik minat masyarakat agar datang ke kampanye partainya dan adanya koar-koar dari artis agar masyarakat memilih partai yang mengontrak mereka menjadi ujung tombak perjuangan mereka dalam merebut simpati.
loh..sekarang ini sedang kampanye untuk memberitahukan visi dan misi partai atau sedang meet n greet artis yang biasanya diadakan di mall sekarang turun ke jalan? ini kampanye ato acara jumpa fans??
seharusnya para partai politik ini lebih banyak mengadakan acara diskusi agar pandangan masyarakat lebih terbuka? tak semuanya rakyat bisa dibohongi. walaupun tak banyak dari pemilih ini yang berpendidikan tinggi, tetapi kesensitivan mereka terhadap dunia politik dan keadaan bangsa ini juga ga bego-bego amat untuk dibohongi dengan janji-janji kampanye.
selama masih jauh-jauh hari, seharusnya parpol ini mempertimbangkan kembali strategi mereka. terjunlah ke masyarakat. jangan terjun hanya untuk masuk tivi. bergaullah dengan masyarakat. seharusnya sejak empat tahun yang lalu kami sudah mengenal anda wahai orang yang ingin dipilih. tidak hanya dikenal beberapa bulan lalu, hari ini dan esok lewat iklan ataupun kampanye terbuka ataupun terselubung.
seharusnya anda adalah orang yang selama ini di tengah-tengah kami dan ikut berjuang bersama kami. bukan orang yang baru berjuang mati-matian hari ini dan esok untuk mendapat simpati kami. dengan begitu, kami tahu kau tidak perlu memberikan kami janji-janji palsu, karena partisipasimu telah terbukti.
tapi sayang….tv ku dan mu akan terus kebanjiran iklan partai yang mengumbar janji hingga tahun depan….ck…ck…ck…gw harus sering ganti channel neh….