BENARKAH SEGALANYA LILLAH
Friday, October 26th, 2007
Benarkah sholatku lilLahi?
Sering hati tiada bersama dalam sholatku. Bacaan yang kusebut tiada kuhayati rukuk dan sujud tiada coba kuni’mati. Peluang berbicara dengan Allah tiada kuternanti-nanti, waktu menunaikan kadang kala aku lepasi.
Benarkah belajarku lilLahi?
Pergiku ke sekolah penuh keterpaksaan aku kerjakan PR dalam kemalasan, bila tidak faham mengomel aku sendirian, menjelang ujian aku kesulitan dan tegang, soal-soal yang susah aku salahkan, usaha kutabur sedikit kejayaan besar kuharapkan.
Benarkah makanku lilLahi?
Ketika menghadap rezeki aku sering dalam keakpaan bersenang-senang, aku meremehkan ni’mat yang diberikan kadangkala melebihi batas hingga timbul kemalasan, kadangkala kutabdzirkan yang berlebihan, tenaga dari makan tiada kugunakan untuk perbaiki amalan, kupenuhi nafsu makanku tanpa memelihara iman.
Benarkah tidurku lilLahi?
Sebelum lelap tiada aku menghisab diri timbunan dosa yang kian meninggi, saban hari ampunanNya terlupa aku pinta, tidurku lama tanpa dzikr padaNya, sering sepertiga malam aku hiasi dengan dengkuran karena seruan ranjang lebih kuagungi dari seruan Tuhan.
Benarkah kerjaku lilLahi?
Semuanya hanya demi memenuhi rumah dengan segala fasilitas yang ada di rumah sebelah, demi makan, foya-foya, sedikit saja kusisih demi pengemis yang kadang lewat, itupun teriring cibiran dan lengosan.
Benarkah didikanku lilLahi?
Anak-anak amanah Allah terdidik dengan budaya barat, belajar demi kerja demi duit, jabatan, kedudukan di masyarakat. TV menggantikan al qur’an, sinetron dan telenovela menggusur sirah nabi dan sahabat, nyanyian musik menyingkirkan lantunan dzikir.
Bila nafsu merajai perjalanan hidupku…wajarkah kukatakan semua ini lilLah? Lalu matiku yang bagaimana yang akan lilLahi?
Mohon dariMu ya Rabb..
Agar bisa daku memimpin dan mendidik hatiku…agar bisa akur…segala-galanya…adalah lilLah…untukMu ya ilahi….amin…
(majalah Mutiara Amaly vol. 42)