Archive for November, 2006

daftar kehilangan…..

Sunday, November 26th, 2006

1. Mp3 warna pink….(ilang pas baru nyampe lampung tgl 18 sept, alhamdulillah dah ada ganti yg warna biru…)

2. Dompet beserta kartu ATM, KTM, KTP n kartu lainnya ma foto2 ku hiks…hiks…(aslinya bkn hilang tpi d culik keneknya)

3. Sendal …huiks…huiks….ini penyanderaan paling menyedihkan dalam hidupku (dulu waktu SD ada maling msk rmh n ngambil sepatu ku yg d jemur d pekarangan belakang…) mentang-mentang skrg g pake sepatu mulu ke Rs…ada yg nyulik tuh sendal….kan gue masih pake tuh sendal kalo jln2 pas libur….napa ga ambil spatu gue yg laen sih? Masa gue harus bli sendal lagi? kalo mo nyolong mbo’ yah d tanyain dulu napa…mana yg masi d pake ama yang dah ngga….kan gini gue yg repot kalo mo jln2….mana baru bli pas lebaran kmrn lg….ambil yg dah butut aja napah???????????

_^-^_

Sunday, November 26th, 2006

ketika maut itu datang…

menjemput nyawa yang tinggal di tenggorokan

aku hanya bisa terpana…

kudapati makhluk itu kembali teraba nadinya…

namun sudah mulai mendingin tubuhnya

baru saja aku mau mengatakan…

"ada…fit…nadinya masih ada!"

seketika mulutku tertutup kaku tak bersuara

kulihat getaran itu…

dari nadi pergelangan tangannya

tepat ketika aku selesai membaca 4 ayat terakhir Al-Fajr

berjalan ke lengan atas dan bahunya…

seperti udara yg ingin keluar dari tubuhnya…

seperti ada udara yang ingin keluar dari paru-parunya..

aku melihat getaran di dadanya itu….

apakah ini mimpi?

apakah itu yg menjalar d tubuhnya?

mengapa seperti getaran udara itu bergerak-gerak…

seperti animasi dari film….

tapi ini nyata….

inikah yg d bilang sakaratul maut itu?

itukah rasa tusukan 300 pedang itu?

apakah aku juga kan merasakannya?

ketika dia meninggal…

yang membuat aku ingin menangis saat itu ….

"fit…itukah rasanya sakaratul maut?

itukah rasa tusukan 300 pedang itu?

gmana ntar kalo g yah"

aku ingin sekali menangis

namun banyak orang di sana menatap kami

ketika mata harus tetap tegar….

hatiku terus menangis……

itukah rasanya sakaratul maut?

ketika nyawa tinggal di tenggorokan…

yang tinggal hanya indera pendengaran…

indera yang pertama diciptakan….

ketika hanya bisa mendengar ucapan dua kalimah syahadat….

ketika mulut sudah terkunci….

Hai jiwa yang tenang

Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

dan masuklah ke dalam surga-Ku.

(QS. AL-FAJR 27-30)

caaaappppeeeeekkkkk

Saturday, November 18th, 2006

   duh….yg ngefans ma aku….kalo sms or nelpon d atas jam 7 aja yah…soale jam 4 subuh aku dah pegi k RS follow up pasien..ampe jam 6an…

rabu kmrn dpt jaga siang…jd jam 14 slese d ruangan lgsg nyambung jaga ampe jam 21. jum’atnya jaga dr 21 ampe jam 6 (cm bisa tdr 1 jam!!!! )….jam 4an jg msh hrs ttp follow up…..

jd critanya capek bgt………………………………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kalo ada yg sms or nelp sori ga k angket soalnya ga ketauan….dah pusing duluan meriksa pasien..ruangannya panas abiezzzzzzzzzzzzzzzzz ampe baju ku jam 6 aja dah basah ma keringat, keringat yg keluar dah segede biji jagung……!!!!!!!!!!!!!!!!

ngapain gue tulis2 gini yah? gapapalah…buat smuanya biar tau aja…skalian curhat. Sapa blg msk kedokteran itu enak?!

Saksi pembunuhan

Saturday, November 11th, 2006

Waktu itu sudah mulai larut malam. Mataku belum juga mau dipejamkan.
Sementara, kakakku sudah tertidur pulas. Di tengah upayaku memasuki alam mimpi,
aku mendengar suara gaduh di luar.
Suara itu berada di sekitar depan rumah yang berhadapan dengan jalan. Seorang
pemuda menegur pria lain agar tidak berisik, maklum saat itu sedang bulan
puasa. Namun pria yang ditegur ini tidak terima. Akhirnya, terjadilah perang
mulut itu. Aku tidak begitu ingat apa yang mereka katakan. Yang pasti pemuda
itu meminta mereka tidak berisik karena sudah larut malam.

 

Beberapa jam kemudian, terdengar musik yang sangat kencang. Memang,
biasanya waktu bulan Ramadhan beberapa pemuda membangunkan warga dengan
menyetel alat musik dengan suara keras di atas becak dan mengaraknya sepanjang
jalan. Namun malam itu lagu yang didengarkan adalah lagu rock. Suara gebukan
drumnya membuat jantung rasanya ingin copot. Saat itu sepertinya masih sekitar
jam dua-an.

 

Tiba-tiba terdengar lagi bunyi orang gaduh. Yah..terdengar suara dua orang
yang beradu mulut tadi. Sepertinya permasalahan tadi belum selesai. Mereka
mungkin masih belum puas. Adu mulut pun terjadi kembali. Kuperhatikan kakakku
msih tertidur pulas di sampingku. Aku kemudian merebahkan diri kembali,
berpura-pura tidak mendengar apa-apa. Aku mencoba tidur kembali. Tak lama, aku
mendengar baku hantam.

 

Yah, sepertinya baku hantam itu sengit sekali. Aku mendengarkan bunyi orang
dipukul. Bunyi gesekan sendal gabus yang maju mundur karena gerakan kaki
berkelahi. Entah siapa yang memulai duluan aku tidak tahu. Entah berapa lama
itu terjadi. Yang pasti sepertinya tidak ada yang mendengar kecuali aku. Tidak
ada yang melerai.

 

Beberapa saat kemudian aku mendengar seperti bunyi nafas. Benar. Itu bunyi
nafas. Bunyi seperti orang kehabisan tenaga dan akan kehabisan nyawa karena
ditusuk. Aku memberanikan diri turun dari tempat tidur. Aku tidak berani
membangunkan kakakku. Maklum, aku takut suara kami terdengar, karena kamar kami
hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat kejadian.

 

Kubuka sedikit kain jendela. Kuintip keluar. Aku susah melihat keadaan di
luar sana. Takut terlihat cahaya dari kamar dan akan ketahuan aku mengintip,
akhirnya kututup segera kain itu. Aku tidak bisa melihat siapa-siapa di luar.

 

Ketika pagi menjelang sekitar pukul setengah enam pagi, aku mengintip
kembali. Aku melihat beberapa warga tetangga seberang rumahku sedang berdiri di
luar. Di situlah tempat kejadian itu. Beberapa dari mereka menyiram air. Air
mengalir ke dalam got. Aku perhatikan, airnya sedikit berwarna merah.

 

Ketika aku akan pergi sekolah, kukayuh sepedaku dengan lambat menuju
sekolah. Di depan tempat kejadian itu kutundukkan sedikit kepalaku sambil tetap
mengayuh sepedaku. Kuperhatikan dengan seksama dinding got. Merah! Ternyata benar
tadi malam ada kejadian ribut-ribut. Aku tidak salah dengar!

Lalu. Apakah orang itu selamat? Wallahu a’lam aku juga tidak tahu. Tidak
ada berita gempar di lingkunganku. Semuanya terlihat seperti tidak terjadi
apa-apa.

 

Baru kusadari…ternyata aku pernah menjadi saksi pembunuhan ketika masih
SD. Siapa saja pelakunya, aku tidak pernah tahu. Bagaimana keadaan korban
maupun tersangkanya, aku pun sampai saat ini masih penasaran.Strictly_murder

”=”

Wednesday, November 8th, 2006

ketika langit turun hujan….
terasa dingin dan kelabu
menghujam ke dalam relung hatiku
menusuk hingga terdalam
sakit rasanya

kulihat tetesan air itu…

deras menerjang hamparan pasir
membuat semuanya terserak
terpisah dari onggokannya
semakin tak bernyawa…

Ah…begitu kah hatiku?

Biduk yang kutemui kini tak lagi berlabuh…
dan biduk itu pun tak mampu membawaku

hati ini seperti menangis…
tertutup awan kelabu
terpecah-pecah saat kutahan rasa itu
rasa yang mendera
yang takkan kuungkap
rasa yang dengannya kau siksa aku

lepas…
terlepas sudah…
puing-puing rasa itu berserakan
berserak menyesakkan ruang itu…
ruang tempat kau pernah ada

menhujam..
menusuk
dan menyiksa

inikah rasa yang selalu kuhindari?
kapankah rasa ini kan berganti?

siang malam kutunggu
angin hanya menambah beku hatiku
lepas sudah anganku
kulepaskan semua…

kubiarkan kini semua terbang
pergilah….
menghilanglah….
lepaskan aku dari mu…

tuk sahabatku….

Wednesday, November 8th, 2006

Bosen…..
itulah satu tanggapanmu yg cm membuatku tersenyum….
bosan mengetahui sebenarnya
atau bosan untuk mengetahui keburukannya?

jikalau kau katakan aku yang paling benar…
tentu kan ku jawab
tidak!!!

dalam bertukar pendapat..
wahai sahabatku…

tidak mencari dimana letak siapa yang benar..
hanya mencari dimana letak titik temu itu

dalam kata kesabaran
ia lebih pantas diberikan kepada orang yang memang sabar…
sabar saat menerima saran dan kritik
yang digunakannya sebagai pembangun

kau bosan?
aku lebih bosan lagi
kau kesal?
aku jauh lebih kesal darimu….

bosan melihatmu tetap sama..
mempertahankan yang seharusnya kau tinggalkan
bosan memberimu pemahaman agar kembali ke jalan yang benar
kesal pada diriku…
belum bisa merubahmu lebih banyak
membuatmu lebih tersadar…
ADA YANG LEBIH PANTAS KAU MUSUHI
ADA YANG LEBIH PANTAS KAU BELA!!!!!

untuk sahabatku yg masih memimpikan penaklukan…
ingatlah akan waktu….
lalu saat ajal menjemput, tak ada waktu lagi dan impian kalian belum terwujud
apa yang akan kalian jawab pada malaikat maut nantinya?

aku hanya mencoba menegurmu…
menegur dengan kata tersopan yang kupunya
aku bukan ingin mengguruimu
tapi aku hanya ingin kau membuka pikiranmu….

renungkanlah…
renungkan saat kau sendiri
apa yang selama ini tlah kau lakukan
apa yang telah kau lalaikan
dan apa jawabanmu ketika diminta pertanggungan-jawaban…

ketika detik itu berakhir…
katika malaikat itu memanggil….
ketika nafasmu tercekat di kerongkongan….
APA YANG KAN KAU PERTANGGUNG-JAWABKAN…..

teruntuk sahabatku yg mengirim sms kekesalan padaku…dan sahabat2ku yang masih berkutat dengan hijrahnya…..