Archive for May, 2006

my thumb

Monday, May 15th, 2006

kita tidak akan merasa memiliki sesuatu sampai sesuatu itu hilang…

kata-kata seperti ini pernah di ucapkan dalam sebuah film indonesia.

Hal ini juga yang sekarang aku rasakan.

Jari jempol tangan kananku terkilir. Yup..itulah keadaan yang harus aku jalani. Jari yang sangat vital bagi seorang dokter, dan sangat vital bagiku karena akan mengikuti baksos.

Yah…sekitar jari jempolnya ada bengkak dan merah, biasalah tanda inflamasi. Masih dapat digerakkan sih..tapi hanya dalam putaran yang terbatas. Sekarang tidak terlalu sakit, tapi kemampuan dalam memegang sesuatu menjadi sangat terbatas.

Banyak hal yang harus aku akali. Contohnya : ketika menggosok gigi aku harus menyelipkan gagang sikat gigi diantara jari telunjuk dan tengah. Hasilnya tentu tidak akan semaksimal jika digenggam oleh jari jempol. Apalagi, gigi bunsu alias M3 ku suda ada yang tumbuh, maka daerah angkauannya menjadi lebih sedikit.

atau ketika harus menuli, aku juga menyelipkan pinsil di antara jari telunjuk dan tengah. Kalau harus absen dengan pena, rasanya lumayan menyiksa apalagi tanda tanganku sangat panjang dan ribet.  Atau jika menutup resleting tas, tak jarang aku harus menggunakan siku kanan untuk menahan tas. Atau menggunakan tangan kiri untuk mengurangi beban kerja. Bahkan ketika mengetik kali ini aku tidak menggunakan jempol. Untuk menulis sms??? apalagi…kadang pakai jari telunjuk atau kadang harus menggunakan tangan kiri.

walaupun ada gangguan hanya pada satu jari tapi rasanya seluruh badan merasakan. Seperti hadits nabi. Apalagi aku habis divaksin hepatitis B kemarin. Jadi sakitnya sekarang gado-gado.

Dibalik sakit itu ada 2 hal : 1. dosa kita diampuni 2. teguran

kayaknya yang kedua lah yang tepat untukku.

Maklum..selama ini aku kurang bersyukur terhadap diri sendiri. Sering lupa kalau nikmat yang ada d diriku sangat banyak dan tak terhitung. Hanya dengan satu jempol saja sudah banyak kegiatan yang terganggu. Hanya dengan satu jempol seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya. Mungkin ini adalah pemberontakan kecil dari tubuhku untuk diberi perhatian.

Maklum, mungkin selama ini yang diperhatikan hanya itu-itu saja. Memperhatikan muka, rambut yang sebenarnya sudah overconcern. Seharusnya aku lebih peduli terhadap anggota tubuhku yang lain. Toh, mereka juga diciptakan untuk kepentinganku.

Sentilan kecil yang sakitnya lumayan besar menyadarkanku untuk lebih arif lagi. Mensyukuri apa yang ada dan telah diciptakan untuk kita. Berkenalan dan mengerti serta memberi perhatian dan kasih sayang mereka. Walaupun sekecil apapun mereka, toh tanpa mereka kita tidak akan sempurna. Karena, manusia adalah makhluk yang paling sempurna penciptaannya.

Ya Allah..maaf kalau selama ini aku kurang bersyukur dan kurang memperhatikan anggota tubuhku. Aku berjanji akan merawat mereka seperti yang lain. Semoga sakit ini segera sembuh dan aku bisa beraktivitas dengan lancar seperti dulu….Amien.

Segala yang diciptakan untuk tubuh kita adalah satu kesatuan yang mempunyai fungsi berbeda untuk membantu kita dan karenanya Nikmat Allah manakah yang kau dustakan?!